Senang Sekolah Minggu

Just another WordPress.com weblog

ALAT-ALAT PERAGA DALAM PERJANJIAN LAMA January 23, 2007

Filed under: Materi Sekolah Minggu — hendyohanns @ 7:58 am

ALAT-ALAT PERAGA DALAM PERJANJIAN LAMA

Tuhan selalu menggunakan alat peraga berupa media visual untuk berkomunikasi dengan umat-Nya. Dia berbicara dan pesan-Nya didokumentasikan di dalam Alkitab. Namun, Dia melakukan lebih banyak hal lagi selain berbicara. Dia juga menggunakan berbagai alat visual untuk menguatkan pesan-Nya, seperti yang dapat dilihat ketika Ia berhubungan dengan orang-orang Israel selama keluar dari Mesir dan mengembara di padang belantara.

Tuhan memimpin Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Umat Israel benar-benar telah diyakinkan untuk meninggalkan Mesir, sebagian besar karena penglihatan akan kekuatan Tuhan melalui tulah dan pekerjaan malaikat maut (Keluaran 7-12). Namun, ketika orang-orang Israel ini akan melewati Laut Merah, keragu-raguan pun muncul. Selama ini, Mesir selalu mencukupi kebutuhan mereka, memberi mereka makan, dan menahan mereka. Namun sekarang, ketika orang-orang Mesir mengejar-ngejar mereka dengan penuh amarah, bagaimana mereka bisa bertahan? Di manakah Tuhan itu sekarang?

Tuhan memilih menjawab mereka dengan menggunakan penglihatan–campur tangan dalam bentuk suatu mujizat. Keluaran 14 mencatat bagaimana Allah membelah Laut Merah sehingga orang-orang Israel bisa menyeberang di tanah yang kering. Ketika orang-orang Mesir mengejar mereka dengan menyeberangi dasar laut, air laut menimpa mereka, dan mereka pun mati. Bagi orang-orang Israel, ini adalah sebuah tanda kekuatan Allah yang dramatis, dan kekuatan itu ada bersama dengan mereka.

Di tahun-tahun berikutnya, ketika orang-orang Israel sekali lagi siap untuk melewati aliran air (kali ini Sungai Yordan) untuk mulai menaklukkan tanah perjanjian, Tuhan menguatkan kepemimpinan Yosua dan meyakinkan mereka kembali akan penyertaan Tuhan ketika Dia membelah air sungai Yordan (Yosua 3:8-10; 14-16). Kembali Dia menguatkan firman-Nya dengan simbol-simbol yang dapat dilihat untuk membangun kepercayaan dalam hati orang-orang Israel.

Tuhan tidak hanya menggunakan media visual seperti mujizat, namun juga menempatkan alat-alat lain yang lebih abadi di tengah-tengah bangsa Israel. Contohnya, Dia menobatkan para nazir Allah sebagai pengingat visual akan tujuan dan fungsi khusus bangsa Israel di dunia. Para nazir Allah itu dipilih secara sukarela dengan masa tugas meliputi jangka waktu, mulai tiga puluh hari sampai seumur hidup. Dalam jangka waktu itu, para nazir Allah harus bebas dari minuman anggur, buah anggur, dan minuman-minuman yang memabukkan. Mereka tidak boleh memotong rambut atau menyentuh orang mati. Maksud dari janji itu, yang ditetapkan Allah, adalah untuk menanggalkan keduniawian dan mengkhususkan diri bagi Allah. Para pria dan wanita yang memegang nazar itu adalah pengingat yang dapat dilihat oleh seluruh bangsa Israel, bahwa mengkhususkan diri bagi Allah adalah suatu keharusan jika Israel hendak menggenapi takdirnya di dunia (Bil 6:1-15; Hak 13:5,14; 1Sam 1:11; Luk 1:15).

Jumbai-jumbai juga merupakan jenis lain dari bentuk penglihatan. Bilangan 15:37-40 mencatat perintah Allah supaya orang-orang Israel menaruh jumbai-jumbai di ujung pakaian mereka sebagai suatu tanda yang mengingatkan mereka akan perintah Allah dan pentingnya mematuhi perintah itu. Penglihatan itu membuat mereka sulit untuk melupakan kewajiban mereka.

Perjamuan juga merupakan alat untuk mengingat. Pada Perjamuan yang Terakhir, Tuhan memerintahkan, “Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu …. Dan apabila anak-anakmu berkata kepadamu: Apakah artinya ibadahmu ini, maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah- rumah kita” (Keluaran 12:14,26,27). Perjamuan merupakan peringatan yang hidup bagi orang-orang dewasa Israel atas kuasa dan kasih Tuhan. Perjamuan yang sama mendorong anak untuk bertanya, memberikan kesempatan yang baik untuk suatu pengajaran lisan tentang kasih Allah.

Tempat-tempat ibadah berfungsi sebagai peringatan, pernyataan yang jelas bagi bangsa Israel bahwa “Allah ada di tengah-tengah kita”. Tempat ibadah berdiri sebagai tanda bahwa Allah berjalan bersama bangsa Israel (Keluaran 25:8; 33:7-11; 40:38; Bilangan 9:15; 10:33-35; 1Samuel 4:3-11 dan 1Raja-Raja 8:27).

Contoh-contoh dalam PL kebanyakan mengatakan: Tuhan menyampaikan pesan kepada umat-Nya dengan menggunakan media visual. Dia ingin umat-Nya, tanpa ragu-ragu, mengetahui siapakah Dia dan bagaimana mereka dapat berjalan bersama-Nya.

ALAT-ALAT PERAGA YANG DIGUNAKAN YESUS

Analisa Injil yang teliti menyatakan bahwa Yesus secara bebas menggunakan media visual untuk membuat ilustrasi dan menguatkan pesan yang diberikan Allah kepada-Nya. “Lihatlah burung di udara,” perintah-Nya, dengan menunjuk burung-burung yang terbang di atas kepala ketika Ia ingin menekankan bahwa kecemasan adalah sia-sia. “Perhatikanlah bunga-bunga bakung yang tumbuh di padang,” tambah-Nya untuk menekankan konsep yang sama (Matius 6:26,28).

Perumpamaan yang digunakan kebanyakan mengambil gambaran kehidupan sehari-hari, yang digunakan untuk menyampaikan kebenaran yang abstrak. “Seorang penabur keluar untuk menabur,” Ia memulai dengan memberikan ilustrasi yang memungkinkan untuk diresponi. Penabur dan biji adalah hal yang umum, sesuatu yang dimengerti oleh semua yang mendengarkan-Nya. Di saat yang lain, Ia memulai dengan, “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya,” (Matius 13:24-30; lihat juga Matius 13:31-33) dan mengajar mereka kenyataan tentang kebaikan dan kejahatan yang tetap ada di dunia sampai hari penghakiman. Dalam setiap perumpamaan, Dia membangun pemahaman sifat kerajaan Allah.

Yesus menggambarkan kasih Bapa dalam perumpamaan lainnya. “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?” (Matius 18:12-14; lihat juga Lukas 15:4-7). Karena tahu bahwa mereka adalah gembala dan domba, pendengar-Nya segera membayangkan seekor domba yang tidak patuh yang sedang dicari oleh gembalanya yang baik, dan mereka menangkap pandangan tentang Tuhan. Dia memberikan ilustrasi tentang kebenaran yang sama dengan menceritakan seorang wanita yang dengan cermat mencari uangnya yang hilang dan juga seorang ayah yang dengan sabar menunggu anaknya yang memberontak (Lukas 15:8-32).

Perjamuan Allah dimulai oleh Yesus sebagai penanda visual pengorbanan-Nya untuk semua dosa manusia. “Ambillah dan makanlah; inilah tubuh-Ku,” perintah Yesus ketika memberikan roti perjamuan kepada murid-murid-Nya. “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa,” kata-Nya sambil mengambil cawan Perjamuan Terakhir (Matius 26:26-29; Lukas 22:15-20; dan 1Korintus 10:16). Sampai saat ini perjamuan menandakan penderitaan dan kematian Yesus bagi semua orang yang percaya.

Setiap orang yang ingin menghabiskan waktunya dengan membaca Alkitab dapat menemukan lebih banyak lagi contoh-contoh visual yang digunakan Yesus dalam mengajar. Yang disebutkan di atas hanyalah sedikit contoh dari begitu banyaknya alat mengajar yang digunakan- Nya untuk menyampaikan ide-ide yang abstrak. (t/ratri)

Sumber:

· Introduction to Christian Education, BabA Biblical Basis for Using Visuals, halaman 162–165, Standard Publishing Co., Ohio, 1980.